Rabu, 10 Oktober 2012

Pengantar Manajemen

demo template blog and download free blogger template feature like magazine style, ads ready and seo friendly template blog
Label:

BAB I
KOMPETENSI :
1        Menjelaskan Pengertian, Fungsi, Proses dan Peran dalam Manajemen
2        Menjelaskan Manajemen Sebagai Ilmu
3        Menjelaskan Manajemen Sebagai Seni
4        Menjelaskan Manajemen Sebagai Profesi
5        Menjelaskan Efisiensi & Efektifitas
6        Menjelaskan Keahlian (Skill) dan Peran (Roles) dari seorang Manajer.
1.1    Manajemen Sebagai Ilmu (1)
Luther Gullick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan. Manajemen memerlukan disiplin ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya misal ilmu ekonomi, statistik, akuntansi dan sebagainya.
1.2    Manajemen Sebagai Seni (2)
Management is the art of securing maximum result with minimum of efforts as to secure maximum prosperity and happiness for both employer and employee and give the public the best possible services.
Management adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan yang sebagaik mungkin kepada masyarakat.
Manajemen sebagai suatu seni mempunyai ciri-ciri :
1        Kesuksesan dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi dan didukung oleh sifat-sifat dan bakat para manajer
2        Dalam proses pencapaian tujuan seringkali melibatkan unsur naluri (instinct), perasaan dan intelektual
3        Dalam pelaksanaan kegiatan faktor yang cukup yang menentukan keberhasilannya adalah kekuatan pribadi (character) kreatif yang dimiliki
1.3    Pengertian Manajemen (3)
1.3.1    Manajemen Sebagai Proses Kegiatan
Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, controlling, utilizing in each both science and art and follow in order to accomplish predetermined objectives.
Management adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing-masing bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan & keahlian yang diikuti secara berurutan dalam usaha mencapai sasaran & tujuan yang telah ditetapkan.
1.3.2    Pengertian Manajemen
Management will be defined as the application of planning, organizing, staffing, directing, and controlling functions in the most efficient manner possible to accomplish objectives.
Management didefinisikan sebagai penggunaan perencanaan, pengorganisasian, pengerjaan, pengarahan, dan pengendalian dengan cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan.

1.4    Manajemen sebagai Profesi (4)
Manajemen sebagai Profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan ketrampilan sebagai kader, pemimpin atau “manajer” pada suatu organisasi / perusahaan tertentu.
Profesi “manajer” merupakan sebuah profesi atau jabatan spesifik dan “prestigious” sebagai “decision maker” yang dapat menentukan berkembangnya suatu organisasi / perusahaan dimasa mendatang.
1.5    Manajemen
Manajemen adalah proses pengkoordinasian berbagai aktifitas pekerjaan dan pengalokasian sumber daya 6M, melalui bantuan dan kerjasama dengan orang lain sehingga pekerjaan tersebut dapat terselesaikan secara efisien dan efektif.
Efisien adalah memperoleh output terbesar dengan input yang terkecil, digambarkan sebagai “melakukan segala sesuatu secara benar / doing things right”.
Efektif adalah menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai, digambarkan sebagai melakukan sesuatu yang benar / doing the right things”.
Mengapa Mempelajari Manajemen ???
1        Keuniversalan Manajemen
Kenyataan bahwa manajemen dibutuhkan pada segala jenis dan ukuran organisasi, pada semua tingkat organisasi, pada semua bidang organisasi dan pada organisasi di semua negara diseluruh dunia.
2        Realitas pilihan pekerjaan
3        Imbalan dan tantangan sebagai seorang manajer
4        Lingkup manajemen
5        Paradigma manajemen
1.6    Fungsi Dan Proses Manajemen
1.6.1    Fungsi Manajemen
Menurut Stephen P Robbin (1993) fungsi manajemen antara lain meliputi aktifitas merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan mengendalikan (controlling) aktifitas bisnis dari suatu organisasi / perusahaan. Planning Organizing Leading Controlling
1.6.2    Proses Manajemen
Proses Manajemen yaitu serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang sedang terjadi yang dialami oleh para manajer sewaktu mereka merencanakan, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan.
Peran Manajer adalah terjun langsung dalam berbagai aktifitas operasional suatu organisasi perusahaan.
1.7    Peran (Roles) Manajemen
1        Interpersonal Roles adalah Peran manajerial yang melibatkan hubungan dengan pihak lain dan tugas yang bersifat seremonial atau simbolis.
2        Informational Roles adalah peran manajerial yang meliputi menerima, mengumpulkan, dan menyebarkan informasi kepada seluruh anggota organisasi.
3        Decisional Roles adalah peran manajerial yang berkisar seputar membuat pilihan dalam pemngambilan keputusan terhadap suatu permasalahan.
1.8    Keahlian (Skill) Manajemen
1        Technical Skill adalah pengetahuan dan kemahiran dibidang spesialisasi tertentu.
2        Human Skill adalah kemampuan bekerja secara baik dengan orang lain secara individual atau dalam kelompok
3        Conceptual Skill adalah kemampuan berfikir dan konseptualisasi tentang situasi yang abstrak dan rumit
Who is the Manager ?!
Siapakah manajer ?
Manajer adalah seorang yang bekerja dengan memanfaatkan bantuan orang lain dengan cara mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dan pekerjaan mereka guna mencapai sasaran (objectives) dan tujuan (goals) dari suatu organisasi/perusahan.
Apa goals perusahaan? (P,CS,S)
JENJANG TINGKATAN MANAJERIAL
KEAHLIAN YANG DIBUTUHKAN PADA TINGKAT MANAJEMEN YANG BERBEDA-BEDA
Tujuan Perusahaan
Tujuan “goals” dari suatu organisasi / perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :
1        Sasaran (objectives) yaitu merupakan hasil yang diinginkan atau target yang akan dicapai pada periode waktu tertentu.
2        Tujuan (goals) merupakan petunjuk umum yang dinyatakan secara luas tentang apa saja yang akan dicapai oleh perusahaan.
Secara umum “sasaran” dan “tujuan” dari suatu perusahaan dalam menjalankan aktifitas bisnisnya adalah Profit oriented, Customer Satisfaction dan Sustainability (going concern).
Sumber Daya (6M)
Dari pengertian yang telah dikemukakan diatas, nampak seakan-akan satu-satunya alat atau sarana manajemen untuk mencapai tujuan adalah pemanfaatan “orang” atau “sumber daya manusia” saja. Hal ini jelas kurang “relevan” sebab dalam mencapai tujuan bisnis dari suatu organisasi / perusahaan juga diperlukan sumber daya lain yaitu : Man, Money, Material, Machine, Method and Market, atau yang dikenal dengan istilah : 6M.
Quiz Bab I
1        Jelaskan pengertian “manajemen” sebagai suatu bidang ilmu, seni, proses dan profesi dalam mengelola suatu organisasi perusahaan ?!
2        Dalam “Manajemen” dikenal adanya prinsip “Efisiensi” dan “Efektifitas” Jelaskan mengenai hal tersebut !
3        Uraikan hal-hal yang berkaitan dengan “fungsi” manajemen !
4        Jelaskan beberapa “peran” (roles) dan “keahlian” (skills) yang harus dimiliki oleh seorang manajer.
5        Jelaskan alasan anda mengapa kita perlu mempelajari ilmu manajemen?!
BAB II
SEJARAH PEMIKIRAN & PERKEMBANGAN TEORI DI BIDANG MANAJEMEN

KOMPETENSI :
1        Menjelaskan Teori Manajemen Ilmiah
2        Menjelaskan Teori Organisasi Klasik
3        Menjelaskan Teori Hubungan Antar Manusia
4        Menjelaskan Teori Behavior Science
5        Menjelaskan Teori Aliran Kuantitatif
6 Menjelaskan Evolusi Pemikiran dan Aplikasinya
2.1 Teori Manajemen Ilmiah
Beberapa variabel yang diperhatikan dalam “Manajemen Ilmiah” antara lain :
1        Pentingnya Peranan Manajer dalam menggerakan dan meningkatkan produktifitas perusahaan.
2 Menetapkan persyaratan tertentu dalam pengangkatan dan pemanfaatan SDM
Memperhatikan kesejahteraan karyawan
Tokoh-Tokoh Perintis Manajemen Ilmiah :
1        Robert Owen (1771-1858)
2        Charles Babbage (1793-1971)
3        Frederick W Taylor (1856-1915)
4        Henry L Gantt (1861-1919)
5        Frank B & Lillian Gilbert (1868-1924)
6        Herrington Emerson (1853-1931)
Robert Owen (1771-1858)
Robert Owen adalah seorang Manajer Pabrik pemintalan kapas di New Landmark Scotland.
Latar Belakang      : Kondisi lingkungan kerja, ketentuan persyaratan kerja dan taraf hidup pekerja yang buruk
Ide & Gagasan :
1        SDM merupakan kunci keberhasilan perusahaan (oleh karena itu perusahaan harus memperlakukan karyawan lebih manusiawi)
2        Memperbaiki kondisi dan persyaratan kerja seperti :
3        Pengurangan standar jam kerja dari 13 jam menjadi 10 jam,
4        Tidak mempekerjakan anak dibawah umur dengan pembatasan usia pekerja minimal berusia 10 tahun.
5        Pembukaan toko-toko (semacam koperasi karyawan) di lingkungan perusahaan untuk memberikan pelayanan kebutuhan para karyawan dengan harga yang lebih murah.
6        Pelopor yang merumuskan prosedur kerja standar (Standard Operating Procedures) untuk meningkatkan “produktifitas kerja para karyawan.
Charles Babbage (1793-1871)
Charles Babbage adalah seorang Profesor dibidang matematika dari Cambridge University England.
Tahun 1832 menulis buku The Economic Of Manufacturer, yang menekankan pada pentingnya effisiensi biaya dan spesialisasi pekerjaan kepada para karyawan.
Ide & Gagasan :
4        Merumuskan cara kerja yang paling effisien dan dapat meminimalisasi pengeluaran biaya (cost reduction).
5        Menganjurkan melaksanakan pembagian spesialisasi pekerjaan pada para karyawan, sehingga setiap karyawan akan diarahkan dan dididik dengan suatu ketrampilan (skill) khusus / tertentu dan kelak karyawan tersebut akan diserahi tugas, tanggung jawab & pekerjaan yang sesuai dengan ketrampilan dan spesialisasinya.
Frederrick W Taylor (1856-1915)
Frederick Winslow Taylor, Manajer produksi pada Midvale Steel Amerika Serikat, dianggap sebagai “Bapak Management Science”, ia adalah orang pertama yang mengemukakan ide dan gagasan mengenai studi tentang waktu kerja (Time & Motion Studies).
Ide & Gagasan :
1        Sistem Upah Differensial (Differential Rate System) yaitu metode pengupahan yang berdasarkan pada kecepatan dan produktifitas kerja karyawan.
Taylor menyatakan bahwa antara waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang akan diterimakan, semakin cepat dan tinggi prestasi dalam menyelesaikan pekerjaan maka akan semakin tinggi pula upah yang akan diterima karyawan.
Untuk mencapai hal tersebut maka dilakukan penelitian “time & motions studies” terhadap karyawan yang berprestasi untuk dijadikan standar operating prosedur bidang pekerjaan tertentu.
Henry L Gantt (1861-1919)
Henry L Gantt adalah rekan kerja Taylor pada perusahaan Midvale Steel USA, Gantt juga mengemukakan teori yang sejalan dengan ide dan gagasan Taylor yang berfokus pada upaya peningkatan produktifitas, effisiensi dan effektifitas kerja dengan rangsangan upah dan intensif untuk karyawan.
Ide Gagasan :
2        Menciptakan Gantt Charts yaitu suatu bagan yang disusun sebagai alat untuk membandingkan antara pelaksanaan suatu pekerjaan / produksi dengan standard dan tujuan yang telah ditetapkan.
3        Menolak teori Taylor tentang sistem upah differensial, menurut gagasan Gantt setiap pekerja yang mampu mencapai target output sesuai dengan standard yang telah ditetapkan, maka berhak diberikan “bonus”.
4        Mengembangkan gagasan Owen dengan membuat metode penilaian dan pencatatan hasil prestasi kerja karyawan dalam suatu kartu prestasi pribadi karyawan. (Tanda check mark hitam jika berhasil memenuhi standar, dan warna merah jika gagal memenuhi standar kerja yang telah ditetapkan.
Frank B & Lillian Gilbert (1868-1924)
Frank B & Lillian Gilbert adalah sepasang suami istri merupakan murid dari Taylor yang melakukan pengembangan penelitian tentang studi gerak (motion study).
Ide Gagasan :
1        Meneliti tentang hubungan antara gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan, menurutnya antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan, Sehingga perlu dibakukan alur urutan gerakan dan aktifitas kerja yang efektif dan effisien untuk mengurangi kelelahan dan mempercepat proses penyelesaian pekerjaan.
2        Mengemukakan ide Program Pengembangan Karyawan yang lebih ditekankan kepada keterlibatan aktif dari obyek pelaku / karyawan itu sendiri artinya setiap karyawan diberikan kesempatan untuk melatih dan mengembangkan diri sesuai dengan ketrampilan dan kemampuan masing-msaing individu.
Herington Emerson (1853-1931)
Herington mengamati bahwa “penyakit” akut yang biasa menggangu kelancaran sistem manajemen didalam suatu industri adalah adanya “pemborosan” dan “in effisiensi”.
Oleh karena itu Herington mencetuskan ide yang terformulasikan dalam 12 prinsip sebagai berikut :
1        Perumusan Tujuan Perusahaan (Goal) secara Jelas
2        Kegiatan yg dilaksanakan harus terencana & masuk akal
3        Tersediaanya Staff yang Cakap & Handal
4        Terciptanya disiplin dalam bekerja
5        Pemberian Jasa / Balas Jasa yang adil dan transparan
6        Pelaporan yg tepat, akurat, cepat dan kontinue (Sistem Informasi dan Sistem Akuntansi)
7        Pemberian Instruksi, Perencanaan & Urutan Kerja
8        Ditetapkannya Standar Waktu, metode kerja dan skedul
9        Ditetapkan Standar Kondisi
10    Ditetapkan Standar Operasi (SOP)
11    Disusun Standar Instruksi Tertulis yang Praktis
12    Disusun Standar Penetapan Balas Jasa, Kompensasi & Isentif
Sumbangan Teori Manajemen Ilmiah
Sumbangan teori manajemen ilmiah diakui banyak memberikan kontribusi dan peningkatan dalam beberapa hal sbb :
1        Produktifitas Kerja
2        Effisiensi Kerja
3        Spesialisasi Pekerjaan
Berbagai teknik effisiensi manajemen misal : studi gerak dan waktu (time & motion study), adanya suatu rancangan sistem kerja yang terstruktur (work desain), Teknik Pencatatan terhadap Prestasi Kinerja (Gantt Charts).
Keterbatasan Teori Manajemen Ilmiah
Dalam pengaplikasian teori manajemen ilmiah kadang justru berdampak merugikan bagi kelancaran sistem manajemen itu sendiri, misalnya :
1        Upaya peningkatan “produktifitas” dengan cara menerapkan teknologi baru dalam prakteknya akan mengurangi skala penggunaan tenaga kerja, dan menyebabkan karyawan menjadi stress dan frustrasi karena peranan serta kedudukannya digantikan oleh mesin & komputer.
2        Tenaga kerja SDM sebagai salah satu faktor produksi kurang mendapatkan perhatian dalam hal pemenuhan keutuhan sosial & personalitynya. Artinya “upah” yang tinggi tanpa diimbangi dengan suasana dan lingkungan kerja yang kondusif & menyenangkan tidak akan mampu “memuaskan” dan membuat karyawan betah bertahan disuatu perusahaan.
2.2 TEORI ORGANISASI KLASIK
Tokoh utama penggagas teori organisasi klasik dipelopori oleh : Henry Fayol dan James D Mooney.
Henry Fayol adalah seorang insinyur (pertambangan) yang menjabat sebagai direktur pada perusahaan pertambangan logam “Commantry Fourchambault & Co” di Perancis.
James D Mooney adalah seorang ekonom yang mengemukakan beberapa ide dan gagasan tentang prinsip & kaidah manajemen.
Henry Fayol
Teori Organisasi pada aliran manajemen klasik yang dipelopori (FAYOL) mengklasifikasikan bagian-bagian tugas manajemen yang terdiri atas :
1        Technical
2        Commercial
3        Financial
4        Security
5        Akuntansi
6        Manajerial

Tugas Manajemen menurut teori organisasi klasik :
1        Technical, merupakan kegiatan memproduksi dan membuat suatu produk tertentu.
2        Commercial, merupakan kegiatan membeli bahan-bahan (material) yang dibutuhkan dan menjual barang (product) hasil produksi.
3        Financial, kegiatan pembelanjaan, yakni meliputi kegiatan mencari modal dan bagaimana menggunakan modal tersebut.
4        Security, kegiatan yang dilakukan untuk menjaga keamanan (keselamatan kerja & harta benda yang dimiliki oleh perusahaan).
5        Accounting, meliputi kegiatan pencatatan, penghitungan, kalkulasi biaya, menyusun laporan keuangan (neraca, rugi laba) dan mengumpulkan data-data statistik lainnya.
6        Managerial, tugas-tugas manajerial ini sering diintrodusir sebagai fungsi manajemen/manajer yaitu meliputi Planning, Organizing (staffing), Coordinating, Commanding (leading), Controlling.
Fungsi & Tugas Manajemen / Manajer :
1        Planning, merupakan kegiatan perencanaan segala langkah dan tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan.
2        Organizing, Berarti aktifitas mengorganisasikan, termasuk juga penentuan staf (staffing) sumber daya yang dimiliki terutama SDM untuk melaksanakan rencana yang telah disusun
3        Coordinating, AKtifitas mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang direncanakan agar pekerjaan dapat berjalan secara tertib, lancar, serasi dan terpadu.
4        Directing, Kegiatan memberikan pengarahan bagi karyawan agar bersedia melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
5        Commanding, Kegiatan memimpin (leading) dengan memberikan instruksi perintah dan memotivasi para bawahan
6        Controlling, Mengendalikan seluruh aktifitas kegiatan agar dapat berjalan dengan tertib, lancar dan mamu mencapai tujuan seperti yang telah direncanakan.
Asas-asas Umum Manajemen
Henry Fayol mengemukanan 14 asas umum dalam manajemen, sebagai berikut :
1        Devision of work (pembagian kerja)
2        Authority & Responsibility (Wewenag & Tgg Jawab)
3        Discipline
4        Unity of Command (Kesatuan Perintah)
5        Unity of Direction (Kesatuan Arah)
6        Subordination of individual interest into general interest
7        Renumerartion of Personnel
8        Contrllization
9        Scalar of Chain
10    Order (Asas Keteraturan)
11    Equity (Asasa Keadilan)
12    Stability of Tenur of Personell
13    Initiative
14    Sprites de Corps
James D Mooney
Kaidah Organisasi Manajemen
Menurut James D Mooney kaidah-kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen antara lain :
1        Koordinasi, yaitu kaidah yang menghendaki adanya wewenang, saling melayani, perumusan tujuan dan kedisiplinan yang tinggi.
2        Prinsip Skalar, Prinsip yang mendefinisikan hubungan kepemimpian, pendelegasian dan hubungan antar fungsi tertentu.
3        Prinsip Fungsional, prinsip yang mendefnisikan berbagai macam tugas yang harus diselesaikan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
4        Prinsip Staff, yaitu prinsip yang membedakan posisi jabatan, wewenang dan tanggung jawab dari masing2 personell dalam suatu organisasi perusahaan.
2.3 Teori Hubungan Antar Manusia (1930-1950)
Pendekatan yang dilakukan dalam “Teori Hubungan Antar Manusia” menitik beratkan pada pendekatan psicologis terhadap para bawahan, yakni dengan mengetahui perilaku individu dari para karyawan dan perilaku kelompok karyawan sebagai suatu “human relation groups” yang berperan dalam meningkatkan produktifitas kerja.
Tokoh utama penggagas teori hubungan antar manusia antara lain adalah Marry Parker Foller & Elton Mayo.
1 Marry Parker Foller
Mengemukakan bahwa kita sebaiknya membentuk suatu kelompok kerja yang dapat bekerja sama dan membentuk organisasi yang menitik beratkan hubungan antar manusia dengan memperhatikan faktor motivasional dari masing-masing individu & kelompok tersebut.
2 Elton Mayo
Menurut Elton Mayo yang meneliti hubungan antara faktor-faktor fiskal, moneter dan sosial terhadap produktifitas kerja menjelaskan bahwa : Faktor fiskal & moneter bukan merupakan determinant tunggal dari produktifitas, sebab manusia bukanlah mahluk ekonoteknikal namun merupakan suatu dimensi rasioemosional, oleh karena itu kelompok sosial akan sangat berpengaruh terhadap perilaku dan produktifitas kerja karyawan.
Dengan demikian rekomendasi umum dari Teori Hubungan Antar Manusia adalah bahwa organisasi merupakan suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial & psicologis dari para karyawan agar dapat mencapai tingkat produktifitas seperti yang diharapkan.
2.4 Teori Behavioral Science
Teori Behavioral Science ini ditandai dengan munculnya pandangan dan pemikiran baru mengenai :
1        Perilaku Individu / perseorangan
2        Perilaku kelompok sosial
3        Perilaku Organisasi
Beberapa tokoh penganut teori Behavioral Science antara lain :
1        Abraham Maslow
2        Douglas Mc Gregor
3        Frederrick Herzberg
4        Robert Blake & Jane Moulton
5        Rensis Likert
6        Fred Fieldler
Para TokohPerintis Teori behavioral Science :
1        Abraham Maslow, mengembangkan adanya “Hierarkhi Kebutuhan” dalam menjelaskan hubungan antara perilaku dan motivasi dari masing2 individu.
2        Douglas Mc Gregor, Pencetus Teori X dan Y
3        Frederick Herzberg, Teori motivasi higienis dan teori dua faktor
4        Robert Blake & Jane Mouton, membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial (managerial grids)
5        Rensis Likert, Meneliti tentang 4 sistem dalam manajemen
6        Fred Fieldler, menyarankan pendekatan contingency dalam studi kepemimpinan.
7        Stressing Point
Teori behavioral Science :
1        Unsur manusia (SDM) merupakan faktor kunsi penentu kesuksesan pencapaian tujuan organisasi perusahaan.
2        Organisasi perusahaan harus menciptakan iklim kerja yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk dapat memuaskan kebutuhan psicologis mereka, sebagai mahkluk sosial.
3        Komitmen organisasi dapat dikembangkan melalui partisipasi dan keterlibatan dari seluruh karyawan.
2.5 Evolusi Pemikiran Manajemen dan Aplikasinya
Perkembangan Teori Pemikiran Manajemen sejak semula tumbuh dan berkembang dilandasi oleh kondisi lingkungan yang melatarbelakanginya. Dalam situasi, kondisi dan latar belakang serta perkembangan zaman yang sedemikian pesat dan dinamis teori dan pemikiran manajemen akan terus mengalami perkembangan menyesuaikan diri dengan perubahan lingungannya.
Oleh karena itu penerapan dan aplikasi teori pemikiran manajemen pada dimensi waktu dan tempat yang berbeda dilakukan secara lintas sektoral diantara teori-teori yang ada menuju suatu konsep manajemen yang integrated, adaptif bersifat salaing melengkapi dan menyempurnakan.
QUIZ RESPONSI
1        Jelaskan apa saja sumbang saran dan Keterbatasan yang dikemukanan para ahli Teori Manajemen Ilmiah ?
2        Sebutkan Tokoh2 Pelopor Teori Manajemen Ilmiah berserta Ide dan Gagasan yang dikemukakan !
3        Jelaskan Fungsi dan Tugas Manajemen / Manajer berdasarkan Teori Organisasi Klasik !
4        Sebutkan dan uraikan 14 (empat belas) Asas Umum Manajemen yang dikemukanan oleh Henry Fayol ?!
5        Jelaskan Teknik Pendekatan yang digunakan dalam Teori Manajemen berbasis Hubungan ANtar Manusia?
6        Apakah sajakah Ide & Gagasan pemikiran dari Marry parker Foller & Elton Mayo terkait dengan Teori Hubungan ANtar Manusia tersebut !
7        Siapa sajakah para tokoh dan perintis Teori Behavioral Science, Sebutkan Ide dan Gagasan pemikiran mereka !
8        Apakah yang menjadi Streesing Point dari Pemikiran Teori Behavioral Science tersebut?
9        Bagaimanakah cara kita dalam mengadopsi dan mengaplikasikan berbagai teori manajemen diatas dalam kondisi dan situasi sekarang? Apakah teori yang ada masih relevan dan bermanfaat?
BAB III
ANALISIS LINGKUNGAN DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

3.1  Pengaruh Lingkungan Eksternal
Seorang Manajer suatu perusahaan sebaiknya tidak hanya memusatkan perhatiannya pada lingkungan internal organisasi, tetapi juga harus menyadari pentingnya pengaruh lingkungan eksternal terhadap perusahaan yang dikelolanya.
Manajer harus mampu mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mendiagnosis dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan baik berupa peluang/kesempatan, risiko, ancaman, hambatan yang berpengaruh terhadap aktifitas operasional perusahaan. (Analisis SWOT).
3.2  Kondisi Lingkungan Eksternal
Dinamika perkembangan lingkungan eksternal perusahaan bergejolak dan berubah sangat cepat dan dinamis, terkadang dampaknya terhadap aktifitas dan kinerja perusahaan tidak dapat diprediksikan terlebih dahulu.
Contoh : Perkembangan teknologi dibidang Teknologi Informasi & Komunikasi membuat dunia serasa semakin sempit, dan gejolak yang terjadi diluar akan berpengauh secara global terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
3.3  Gejolak Lingkungan Eksternal
1        Kondisi perekonomian dunia yang berfluktuasi naik turun, krisis US berimabas menjadi krisis Global
2        Inovasi teknologi disegala bidang berakibat bermunculan produk-produk baru (PLC semakin Pendek – Out Of Date)
3        Perubahan Life Style & Selera Konsumen
4        Peraturan Pemerintah UU, Sektor Riil, Fiskal, Moneter, Exim yang selalu direvisi berubah-ubah.
5        Himpitan dan tuntutan memasuki era globalisasi (investasi, produksi, marketing, SDM)
3.4  Faktor Eksternal
Yang perlu diperhatikan oleh manajer :
1        Kondisi Persaingan dengan perusahaan Lain dalam Industri Sejenis (Ciptakan Barier to Entry melalui : Strategy Konglomerasi, Integrasi Vertical, Monopoli)
2        Posisi dalam Pangsa Pasar (Market Share)
3        Kebijakan Pemerintah (Fiskal, Moneter, Eksport-Import, UU dan Lembaga lain terkait).
4        Kondisi Makro Ekonomi (Ekonomi cq. krisis, booming, GDP, GNP, Pendapatan Perkapita, buying power, Inflasi, Foreign Exchange, Konflik Politik, Hukum, Sosial budaya, lingkungan lainnya).
5        Munculnya inovasi teknologi yang menghasilkan penemuan produk baru / substitusi dan perubahan trend selera konsumen. PLC jadi semakin singkat produk jadi cepat usang out of date.
Bagaimana sebaiknya sikap manajer ?
1        Manajer dituntut untuk bersikap tanggap dan adaptif, selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan lingkungan.
2        Manajer harus mampu menyusun berbagai cara & strategi atau pendekatan yang memungkinkannya untuk terus menjaga dan mengembangkan perusahaan dalam lingkungan bisnis yang selalu berubah.
3.5  Faktor Internal
Yang Perlu Diperhatikan Oleh Manajer
1 Dibidang Produksi & Operasional
2        Proses Produksi (pembuatan produk)
3        Desain Produk Barang & Jasa
4        Jenis Produk Barang & Jasa Yang akan dibuat
5        Teknologi yang dipakai dlm proses produksitas
6        Bahan Baku yang dipakai
7        Penentuan Lokasi Pabrik & Tata Letak (Lay Out Fasilitas Produksi)
8        Kapasitas Produksi
9        Pengendalian Mutu dan Kualitas Produk
10 Dibidang Pemasaran
11    Desain Produk Barang & Jasa (Product)
12    Kemasan Produk
13    Penentuan harga Jual produk (Pricing)
14    Strategi Promosi dan Saluran Distribusi (Promotion) & (Place)
15 Dibidang Sumber Daya Manusia
16    Recruitment & Selection
17    Training & Developtment
18    Kompensasi & Karier
19    Kepemimpinan & Manajemen Konflik
20    Dibidang Akuntansi & Keuangan
21    Sources Of Funds (Debt, Bond & Share)
22    Uses Of Funds (Working Capital, Direct Investment, Indirect Investment)
23    Pencatatan & Pembukuan Keuangan
24    Cash Flow & Budgeting
3.6  Lingkungan Perusahaan
Konsep Lingkungan Bisnis
Konsep Lingkungan Bisnis dan Perusahaan Adalah sekumpulan faktor-faktor tertentu yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya.
Faktor-faktor tersebut meliputi lingkungan eksternal yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu : Politik, Ekonomi, Sosbud dan teknologi, dan lingkungan industri, serta lingkungan internal yaitu meliputi aspek-aspek dan kebijakan internal didalam lingkungan perusahaan.
1 Lingkungan Jauh(Makro)
Lingkungan jauh (makro) terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya berada jauh diluar kendali perusahaan (bersifat : uncontrolable). Faktor makro yang biasanya menjadi titik perhatian perusahaan anatra lain : faktor Politik, Hukum, Ekonomi (kebijakan fiskal & moneter), Sosial Budaya dan Teknologi.
Lingkungan makro ini selain memberikan kesempatan dan peluang bagi perusahaan untuk maju dan mengembangkan bisnisnya, sekaligus juga dapat menjadi hambatan dan ancaman yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan.
1 Faktor Politik
Bagi para pengusaha, arah, kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam berusaha. Situasi politik yang tidak kondusif akan berdampak negatif bagi dunia usaha, begitu pula sebaliknya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan faktor politik antara lain :
1        Stabilitas nasional : hankamnas, makar, sparatis.
2        Jaminan keamanan (travel warning etc)
3        Pemerintahan yang legitimate & demokratis
4        Good Corporate Governance
5        Kepastian Hukum & Undang-undang, HAM dll.
1 Faktor Ekonomi
Kondisi perekonomian disuatu negara/daerah secara langsung dapat mempengaruhi iklim bisnis dari perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula iklim bisnisnya.
Beberapa faktor penting terkait dengan kondisi ekonomi disuatu negara/daerah antara lain :
1        GNP, GDP dan Pendapatan Perkapita
2        Tingkat Inflasi, Suku Bunga
3        Investasi (PMA & PMDN)
4        Harga produk & Jasa
5        Ketersediaan Energi dan sarana prasarana lainnya
6        Pasar tenaga kerja
1 Faktor Sosial
2        Kondisi sosial masyarakat memang bersifat dinamis dan selalu berubah dari masa ke masa, oleh karena itu perusahaan senantiasa dituntut mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial masyarakat.
3        Kondisi sosial ini banyak sekali aspeknya misalnya sikap, gaya hidup, adat-istiadat, kultural, ekologis, demografis, religius, pendidikan maupun etnis tertentu.
4        Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup (life style) akibat peningkatan income, perubahan strata sosial maupun ekses dari perkembangan teknologi.
1 Faktor Teknologi
2        Setiap perusahaan yang ingin tetap eksis dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu mengikuti trend perkembangan teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat selalu uptodate sesuai dengan keinginan konsumen.
3        Perusahaan harus bersifat responsive, aktif, kreatif terhadap setiap perkembangan inovasi teknologi baru. (lihatlah ketatnya persaingan teknologi di industri automotif dan ponsel).
3.7 Lingkungan Industri
Lingkungan industri lebih mengarah pada persaingan diantara suatu perusahaan penghasil produk yang sejenis dalam suatu area wilayah tertentu, Misal lingkungan industri otomotif untuk produsen motor di Indonesia adalah : Honda, Yamaha, Suzuki, Kawazaki, Kymko, Bajaj, dll.
Ada 6 (enam) variabel yang berpengaruh terhadap strategi bersaing dalam suatu lingkungan industri tertentu, yaitu :
1        Hambatan Memasuki Pasar (Barier to Entry)
2        Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pembeli
3        Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pemasok
4        Ketersediaan Produk Substitusi
5        Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
6        Pengaruh kekuatan Stake Holder

Hambatan Memasuki Pasar (barier to Entry)
Masuknya perusahaan pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan lama yang telah ada, misalnya terjadi perebutan pangsa pasar, sumber daya yang terbatas dsb.
Ada beberapa faktor dan cara yang dapat dipakai untuk dapat menghambat masuknya pendatang baru ke dalam suatu industri tertentu (barier to entry) antara lain :
1        Skala ekonomi & Kecukupan Modal
2        Diferensiasi Produk
3        Peraturan Pemerintah
4        Akses ke Pemasok & Saluran Distribusi
Kekuatan Tawar Pembeli
Pembeli (buyers) mampu mempengaruhi produsen untuk memotong harga produk tertentu, meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui berbagai keunggulan masing-masing.
Bagaimana hal ini bisa terjadi ?
1        Jika pembeli membeli dalam jumlah yang besar
2        Sifat produk umum, banyak pemasok mudah mencari substitusinya
Kekuatan Tawar Pemasok (Bargaining Power Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga bahan baku atau penurunan kualitas produk/jasa.
Pemasok akan kuat apabila :
1        Jumlah pemasok sedikit
2        Produk bahan baku & jasanya bersifat specifik
3        Tidak tersedia produk substitusi
4        Pemasok memiliki kemampuan untuk mengolah produk seperti yang dilakukan perusahaan / produsen
Ketersediaan Produk Substitusi
Perusahaan dalam suatu indsutri tertentu bersaing pula dengan munculnya produk substitusi atau pengganti yang juga beredar dipasaran, sebab meskipun karakteristiknya berbeda barang substitusi mampu memberikan fungsi, manfaat atau jasa yang serupa bagi konsumen.
Konsumen yang realistis akan berpedoman pada prinsip : tiada rotan akarpun jadi.
Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri Sejenis
Kondisi Pasar Persaingan dalam Industri, Misal : Monopolistic, Oligopoly, Pasar Persaingan Sempurna, akan sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan.
Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat persaingan bisnis antara lain : Karakteristik jenis dari masing-masing produk (special/unique, convenience, complementer, consumptions), Jumlah kompetitor dan tingkat pertumbuhan industri.
Pengaruh Stake Holder
Stake holder yang dimaksud disini adalah pihak diluar perusahaan yang secara langsung mempunyai pengaruh dan kepentingan terhadap perusahaan tersebut, misalnya : pemerintah, serikat pekerja, kreditor, pemasok, asosiasi, para pemegang saham, lingkungan masyarakat, dll.
3.8  Cara Lingkungan Mempengaruhi Manajer
1        Melalui derajat ketidakpastian lingkungan yang ada sekarang
2        Melalui berbagai hubungan stock holder yang terjadi antara organisasi dengan kelompok pendukung eksternal.
Derajat ketidakpastian ditentukan oleh 2 dimensi :
1        Derajat perubahan
2        Derajat kerumitan lingkungan organisasi
Ketidakpastian adalah derajat perubahan dan kerumitan lingkungan organisasi
Matrik ketidakpastian Lingkungan
3.9 Tanggung Jawab Sosial Dan Etika Manajerial
Pandangan klasik                      : tanggung jawab sosial adalah bahwa tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba (profit oriented)
Pandangan sosial ekonomi        : bahwa tanggung jawab sosial manajemen bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan sosial
Tanggung jawab sosial (CSR) : kewajiban perusahaann bisnis di luar yang dituntut oleh hukum dan pertimbangan ekonomi, untuk mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat
Etika Manajerial
Etika manajerial adalah peraturan dan prinsip yang mendefinisikan tindakan benar dan salah
Empat pandangan tentang etika :
1        Pandangan etika utilitarian(utilitarian view of ethics)
2        Pandangan etika hak ( rights view of ethics)
3        Pandangan etika teori keadilan (theory of justice view of ethics)
4        Pandangan etika teori kontrak sosial terpadu (integrative social contracts theory)
Empat Pandangan Tentang Etika
Pandangan etika utilitarian                               : keputusan etika dibuat semata-mata berdasarkan hasil atau akibat keputusan itu
Pandangan etika hak                                        : peduli terhadap penghormatan dan perlindungan hak kebebasan pribadi individu
Pandangan etika teori keadilan                        : para manajer memaksakan dan mendorong peraturan secara adil dan tidak memihak dari tindakan itu dilakukan dengan mengikuti seluruh peraturan dan perundang-undangan di bidang hukum.
Pandangan etika teori kontrak sosial terpadu : keputusan atau etika harus didasarkan pada sejumlah faktor empiris (apa yang ada) dan faktor normatis (apa yang seharusnya)
3.10     Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Etika Manajemen
Prinsip-Prinsip Etika Bisnis :
1        Prinsip otonomi
Adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2        Prinsip kejujuran.
Suatu bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
Prinsip-Prinsip Etika Bisnis (2) :
1        Prinsip keadilan
Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
2        Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle)
Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
3        Prinsip integritas moral
Terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan/orang2nya maupun perusahaannya.
Bagaimana Penerapan Etika Bisnis di Indonesia?!
1        Di Indonesia tampaknya masalah penerapan etika perusahaan yang lebih intensif masih belum dilakukan dan digerakan secara nyata.
2        Pada umumnya baru sampai tahap pernyataan-pernyataan atau sekedar “lips-service” belaka.
3        Karena memang enforcement dari pemerintah pun belum tampak secara jelas.

Tanggung jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)
Tanggung jawab sosial dan keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang.
Keterlibatan sosial perusahaan di masyarakat akan menciptakan suatu citra yang sangat positif. Biaya sosial yang dikeluarkan dianggap sebagai investasi jangka panjang.
Corporate Action dalam CSR
Menjaga kelestarian lingkungan, perbaikan prasarana umum (jalan, jembatan, fasos, dll), penyuluhan, pelatihan ketrampilan, dan perbaikan kesehatan lingkungan.
Aktifitas CSR memerlukan biaya yang signifikan, namun secara jangka panjang sangat menguntungkan perusahaan, karena kegiatan tersebut menciptakan iklim sosial politik yang kondusif bagi kelangsungan bisnis perusahaan tersebut.
CSR : Jamu Air Mancur
CSR PT. Jamu Air Mancur Semarang rutin setiap tahun saat libur merayakan Hari Raya Idul Fitri, PT. Jamu Air Mancur memberikan fasilitas mudik gratis dengan menyediakan sarana transportasi bis bagi masyarakat perantau yang terkait langsung dengan perusahaan, misal : agen, warung dan mbak-mbak bakul jamunya.
Mengapa CSR Penting ?!
1        Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
2        Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.
Mengapa CSR Penting (2) ?!
1        Dalam situasi yang semakin mengglobal, ada saling ketergantungan yang kuat antara perusahaan sebagai produsen dengan masyarakat luas (sebagai konsumen).
2        Perusahaan sebaiknya tidak lagi bersikap tertutup atau tidak mau melakukan kegiatan yang sifatnya sosial kemasyarakatan melalui program CSR.
3        Perusahaan yang tidak memperhatikan hal-hal semacam ini, cepat atau lambat akan semakin ditinggalkan oleh pelanggannya.
QUIZ RESPONSI
1        Jelaskan mengenai “Konsep Lingkungan Bisnis & Perusahaan ?
2        Berikan uraian dan penjelasan rinci bagaimanakah pengaruh perubahan kondisi eksternal terhadap aktifitas dan kebijakan bisnis dari suatu perusahaan ?
3        Jelaskan Faktor-faktor Internal apasaja yang perlu dicermati dan diperhatikan oleh manajer dalam mengelola perusahaan?
4        Jelaskan 6 (enam) variabel yang berpengaruh terhadap strategi bersaing dalam suatu lingkungan industri ?
5        Jelaskan mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) berikan contoh2nya !
BAB IX
LEADERSHIP KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI & PERUSAHAAN

Definisi Kepemimpinan
Garry Yukl (1994:2) menyimpulkan definisi yang mewakili tentang kepemimpinan antara lain sebagai berikut :
Kepemimpinan adalah prilaku dari seorang individu yang
memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan
yang ingin dicapai bersama (share goal) (Hemhill& Coons,
1957:7)
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang
dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan
melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau
beberapa tujuan tertentu (Tannenbaum, Weschler &
Massarik, 1961:24)
Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung
pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari
seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya
dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya
membentuk suatu pola atau bentuk tertentu.
Davis dan Newstrom (1995) menyatakan bahwa pola
tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang
dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal
sebagai gaya kepemimpinan.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 4
Tiga Aliran Teori
tentang Gaya Kepemimpinan
1) Teori Genetis (Keturunan)
2) Teori Sosial
3) Teori Ekologis
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 5
Teori Kepemimpinan
Genetis (Keturunan)
Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born
and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat)
bukannya dibuat).
Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia
telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam
keadaan yang bagaimanapun seseorang
ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi
pemimpin, sesekali kelak ia akan timbul sebagai
pemimpin.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 6
Teori Kepemimpinan
Sosiologis
Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa “Leader are
made and not born” (pemimpin itu dibuat atau
dididik bukannya kodrati).
Jadi teori ini merupakan kebalikan inti teori
genetika.
Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat
yang mengatakan bahwa setiap orang bisa
menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan
dan pengalaman yang cukup.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 7
Teori Kepemimpinan
Ekologis
Teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa
seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin
yang baik apabila ia telah memiliki bakat
kepemimpinan.
Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui
pendidikan yang teratur dan pengalaman yang
memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut.
Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua
teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan
teori yang paling mendekati kebenaran.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 8
Teori Gaya Kepemimpinan
Hersey dan Blanchard (1992)
Hersey dan Blanchard (1992) berpendapat bahwa
gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan
perwujudan dari tiga komponen, yaitu pemimpin itu
sendiri, bawahan, serta situasi di mana proses
kepemimpinan tersebut diwujudkan.
Berdasarkan pemikiran tersebut, Hersey dan
Blanchard (1992) mengajukan proposisi bahwa gaya
kepemimpinan (k) merupakan suatu fungsi dari
pimpinan (p), bawahan (b) dan situasi tertentu (s).,
yang dapat dinotasikan sebagai : k = f (p, b, s).
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 9
Teori Gaya Kepemimpinan
Hersey dan Blanchard (1992)
Menurut Hersey dan Blanchard, pimpinan (p) adalah seseorang yang
dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan unjuk
kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan
organisasi.
Organisasi akan berjalan dengan baik jika pimpinan mempunyai
kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pimpinan mempunyai
keterampilan yang berbeda, seperti keterampilan teknis, manusiawi
dan konseptual.
Sedangkan bawahan (b) adalah seorang atau sekelompok orang
yang merupakan anggota dari suatu perkumpulan atau pengikut yang
setiap saat siap melaksanakan perintah atau tugas yang telah
disepakati bersama guna mencapai tujuan. Dalam suatu organisasi,
bawahan mempunyai peranan yang sangat strategis, karena sukses
tidaknya seseorang pimpinan bergantung kepada para pengikutnya
ini. Oleh sebab itu, seorang pemimpinan dituntut untuk memilih
bawahan dengan secermat mungkin.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 10
Teori Gaya Kepemimpinan
Hersey dan Blanchard (1992)
Adapun situasi (s) menurut Hersey dan Blanchard adalah
suatu keadaan yang kondusif, di mana seorang pimpinan
berusaha pada saat-saat tertentu mempengaruhi perilaku
orang lain agar dapat mengikuti kehendaknya dalam rangka
mencapai tujuan bersama.
Dalam satu situasi misalnya, tindakan pimpinan pada
beberapa tahun yang lalu tentunya tidak sama dengan yang
dilakukan pada saat sekarang, karena memang situasinya
telah berlainan.
Dengan demikian, ketiga unsur yang mempengaruhi gaya
kepemimpinan tersebut, yaitu pimpinan, bawahan dan situasi
merupakan unsur yang saling terkait satu dengan lainnya,
dan akan menentukan tingkat keberhasilan kepemimpinan.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 11
Tipe & Gaya
Kepemimpinan
1) Otorite/Authoritarian
2) Militeristik
3) Paternalistis
4) Demokratis
5) Kharismatis
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 12
Gaya Kepemimpinan
Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang
memusatkan segala keputusan dan
kebijakan yang diambil dari
dirinya sendiri secara penuh.
Segala pembagian tugas dan
tanggung jawab dipegang oleh si
pemimpin yang otoriter tersebut,
sedangkan para bawahan hanya
melaksanakan tugas yang telah
diberikan.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 13
Gaya Kepemimpinan
Militeristik
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis
ialah seorang pemimpin yang memiliki
sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan
bawahan sistem perintah yang lebih sering
dipergunakan; Dalam menggerakkan
bawahan senang bergantung kepada
pangkat dan jabatannya; Senang pada
formalitas yang berlebih-lebihan; Menuntut
disiplin yang tinggi dan kaku dari
bawahan; Sukar menerima kritikan dari
bawahannya; Menggemari upacaraupacara
untuk berbagai keadaan.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 14
Gaya Kepemimpinan
Paternalistik
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai
pemimpin yang paternalistis ialah seorang
yang memiliki ciri sebagai berikut :
menganggap bawahannya sebagai manusia
yang tidak dewasa; bersikap terlalu
melindungi (overly protective); jarang
memberikan kesempatan kepada
bawahannya untuk mengambil keputusan;
jarang memberikan kesempatan kepada
bawahannya untuk mengambil inisiatif;
jarang memberikan kesempatan kepada
bawahannya untuk mengembangkan daya
kreasi dan fantasinya; dan sering bersikap
maha tahu.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 15
Gaya Kepemimpinan
Kharismatik
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil
menemukan sebab-sebab-sebab mengapa seseorang
pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa
pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang
amat besar dan karenanya pada umumnya
mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat
besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak
dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi
pengikut pemimpin itu.
Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab
musabab seseorang menjadi pemimpin yang
karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa
pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan
gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur,
kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai
kriteria untuk karisma.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 16
Gaya Kepemimpinan
Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin
yang memberikan wewenang secara luas kepada para
bawahan. Setiap ada permasalahan selalu
mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh.
Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin
memberikan banyak informasi tentang tugas serta
tanggung jawab para bawahannya.
Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari
bawahannya; selalu berusaha mengutamakan kerjasama
dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan; ikhlas
memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada
bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian
diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan
yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan
yang lain; selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya
lebih sukses daripadanya; dan berusaha mengembangkan
kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 17
Model Kepemimpinan
Kontingensional
Model Kepemimpinan Kontingensi. Model kepemimpinan
kontingensi dikembang-kan oleh Fielder. Fielder dalam
Gibson, Ivancevich dan Donnelly (1995) berpendapat bahwa
gaya kepemimpinan yang paling sesuai bagi sebuah
organisasi bergantung pada situasi di mana pemimpin
bekerja.
Menurut model kepemimpinan ini, terdapat tiga variabel
utama yang cenderung menentukan apakah situasi
menguntukang bagi pemimpin atau tidak. Ketiga variabel
utama tersebut adalah : hubungan pribadi pemimpin dengan
para anggota kelompok (hubungan pemimpin-anggota);
kadar struktur tugas yang ditugaskan kepada kelompok
untuk dilaksanakan (struktur tugas); dan kekuasaan dan
kewenangan posisi yang dimiliki (kuasa posisi).
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 18
Model Kepemimpinan
Kontingensional
Berdasar ketiga variabel utama tersebut, Fiedler
menyimpulkan bahwa : para pemimpin yang berorientasi
pada tugas cenderung berprestasi terbaik dalam situasi
kelompok yang sangat menguntungkan maupun tidak
menguntungkan sekalipun; para pemimpin yang berorientasi
pada hubungan cenderung berprestasi terbaik dalam situasisituasi
yang cukup menguntungkan.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 19
Kompetensi Kepemimpinan
Suatu persyaratan penting bagi efektivitas atau
kesuksesan pemimpin (kepemimpinan) dan manajer
(manajemen) dalam mengemban peran, tugas, fungsi,
atau pun tanggung jawabnya masing-masing adalah
kompetensi.
Konsep mengenai kompetensi untuk pertamakalinya
dipopulerkan oleh Boyatzis (1982) yang didefinisikan
kompetensi sebagai “kemampuan yang dimiliki
seseorang yang nampak pada sikapnya yang sesuai
dengan kebutuhan kerja dalam parameter lingkungan
organisasi dan memberikan hasil yang diinginkan”.
Pgt Manajemen AI Hamdhani, SE,MM. 20
QUI RESPONSI
BAB-IX.
1) Jelaskan definisi dari “kepemimpinan” dan
“gaya kepemimpinan”.
2) Jelaskan perbedaan “tiga” aliran teori yang
membahas masalah “gaya kepemimpinan”
tersebut !
3) Jelaskan dan berikan contoh perbedaan 5
(lima) tipe gaya kepemimpinan !
4) Menurt pendapat anda “tipe gaya
kepemimpinan” seperti apakah yang cocok
untuk dipilih sebagai presiden pada pemilu
tahun 2009 mendatang ?
Pengertian Manajemen
Istilah manajemen berasal dari kata management (Bahasa Inggris), berasal dari kata “to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen, diantaranya:
1. Harold Koontz & O” Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain” (Dayat, n.d,p.6).
2. George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya” (Dayat, n.d,p.6).
3. Ensiclopedia of The Social Sciences
Manajemen diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diarvasi.
4. Mary Parker Follet
Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
5. Thomas H. Nelson
Manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide, fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat dan menjualnya dengan menguntungkan.
6. G.R. Terri,
Manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
7. James A. F. Stoner
Manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
8. Oei Liang Lie
Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Prinsip manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan. Dalam prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Prinsip-prinsip manajemen terdiri atas :
1. Pembagian kerja yang berimbang
Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2. Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
3. Disiplin
Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4. Kesatuan perintah
Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
5. Kesatuan arah
Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).
Jika prinsip ini tidak dilaksanakan maka akan timbul perpecahan diantara para kerabat kerja/karyawan. Karena ada yang diberi tugas yang banyak dan ada pula yang sedikit, padahal mereka memiliki kemampuan yang sama (Dayat,n.d,pp.7-9).
manajemen adalah proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Dengan demikian berarti dalam manajemen terdapat minimal 4 (empat) ciri, yaitu:
1. Ada tujuan yang hendak dicapai
2. Ada pemimpin (atasan)
3. Ada yang dipimpin (bawahan)
4. Ada kerja sama.
Fungsi dan Tujuan Manajemen
Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.
Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :
1. Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
2. Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
• Pelaksanaan (Activating).
3. Menurut H. Koontz dan O”Donnel (1991) dalam “The Principles of Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
• Pengarahan (Directing).

Fungsi – Fungsi manajemen :

l) Fungsi perencanaan
Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.
2) Fungsi pengorganisasian
Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.
3)Fungsi pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.
4)Fungsi pengkoordinasi
Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
5)Fungsi pengawasan
Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan.


sumber : http://arekrantau.wordpress.com/2010/10/23/pengantar-manajemen/

0 komentar:

Poskan Komentar

FOLLOWERS


  • gOOgle
  • ExsEbloG
  •