Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

“Kehidupan Akhirat”

Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya yang akan dihadapi oleh manusia. Tentunya hari sesudah kematian, sedangkan di dalam al-Qur’an kehidupan akhirat menggunakan banyak redaksi. Misalnya Yaumil Qiyamah (QS.Al-Qiyamah:1); Yaumil Fasl (hari pemisah antara kebaikan dan kejahatan) dalam QS Al-Mursalat: 13); Yaumul Hisab (hari pertimbangan) dalam QS.Sad:26; Yaumul Fath (Hari keputusan) dalam QS As-Sajadah:29; Yaumul At-Thalaq (hari pertemuan) dalam QS.Al-Mu’minun:15; Yaumul al-Jama’i (hari berkumpul) dalam QS.Asy-Syura:7; Yaumul Al-Ba’as (hari kebangkitan) dalam QS.Ar-Rum:56.
1.Alam Barzah
Dengan kematian, seseorang memasuki tahap pertama kehidupan akhirat. Hal ini dinyatakan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, dan Hakim melalui Usman sebagai berikut;
“Sesungguhnya alam kubur itu adalah tahapan pertama untuk akhirat. Jika seseorang telah selamat dalam menempuh tahap pertama ini, maka dalam menempuh tahapan-tahapan berikutnya ia akan lebih ringan. Jika ia tidak selamat dalam menempuh tahap pertama , maka dalam menempu tahapan-tahapan berikutnya ia akan lebih berat” (HR.Tirmidzi, Ibn Majah, dan Hakim)
Tahapan pertama setelah kematian disebut alam Barzah atau Alam Kubur. Firman Allah SWT:
“…..Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan” (QS. al-Mu’minun:99-100) 
Barzah secara leksikal berarti pemisah; dinding; dan pembatas. Dalam firman Allah SWT
   (  لَعَللّى اَ عْمَلُ صَا لِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلاَّ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُثوْ قَا ئِلُهَا وَمِنْ وَرَا ئِهِمْ بَرْزَخٌ اِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ   (لمئو منون
“Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan sekali-sekali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapkan merekaada barzah (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan” QS.Almu’minun: 100)
Di dalam alam Barzah ada yang mendapatkan kenikmatan dan ada yang mendapatkan azab atas amal dan perbuatan ketika semasa hidupnya baik dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya atau sebaliknya mendapatkan murka Allah. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT menjelaskan bahwa :
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup[100], tetapi kamu tidak menyadarinya”. (QS. Al-Baqarah:154)
“Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. (QS.Thaha:124)
Dari ayat diatas menjelaskan bahwa ada penghidupan setelah meninggal. Berkaitan hal tersebut Abu Said Al-Khudri dan Abdullah Ibn Mas’ud; Nabi bertanya kepada para Sahabat, “Tahukah kamu sekalian, apa sebab asbab an-nuzul ayat ini? Mereka Menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih baik mengetahui.” Nabi Bersabda, “(Penghidupan yang sempit) yaitu siksa orang kafir di dalam Kubur”
Selanjutnya ayat di atas juga menginformasikan bahwa orang yang mati syahid (gugur di jalan Allah) dilukiskan sebgai orang yang hidup, bahkan mendapatkan rizeki. Hal ini berarti di alam barzah pun terdpat kenikmatan yang diberikan kepada Manusia
2. Hari Kiamat
Kehidupan akhirat dimulai dengan peniupan sangkakala yang pertama. Dengan peniupan tersebut, alam raya dan dunia seisinya menjadi hancur, matahari digulung, bulan terbelah, bintang-bintang pudar cahayanya, gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang berterbangan bagaikan kapas. Dalam al-Qur’an peristiwa itu disebut kiamat. Dalam firman Allah menjelaskan bahwa :
“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup. Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat. Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah”. (QS.Al-Haqqah: 13-16)
“Sesungguhnya hari keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, Maka terdapatlah beberapa pintu,dan dijalankanlah gunung-gunung Maka menjadi fatamorganalah ia.” (QS.An-Naba’:17-20)
Ayat di atas memberitahukan kita bahwa datangnya hari kiamat adalah ketetapan Allah. Allah memberikan sinyal bahwa kiamat ditandai dengan peniuman sangkakala. Lalu bagaimana proses peniupan sangkakala? Jawabanya ada di dalam al-Qur’an, yaitu:
“Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)” (QS.Az-Zumar:68)
Ayat di atas menjelaskan bahwa peniupan sangkakala itu tidak hanya sekali saja. Pada peniupan yang pertama seluruh makhluk akan hancur dan binasa, namun ada yang dikehendaki Allah untuk tidak hancur, yakni Malaikat Israfil yang bertugas meniup sangkakala. Pada kehidupan yang kedua manusia seisi bumi dan langit bangun dan hidup kembali.
Peristiwa kiamat dikemukakan dalam al-Qur’an dengan kedasyatan yang hebat. Kedasyatan itu tidak hanya berbentukk materi-fisik, seperti kehancuran bumi, langit, gunung dan lainnya. Goncangan-goncangan tersebut akan kehancuran pada hari kiamat dijelaskan dalam firman-Nya:
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). Ingatlah pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya”. (QS.Al-Hajj: 1-2)
Waktu datangnya kiamat tetaplah misteri, namun tanda-tandanya  dapat dilihat dalam al-Qur’an, antara lain:
“ Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena Sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka Apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang?” (QS.Muhammad: 18)
  • Tanda yang pertama adalah munculnya binatang ajaib yang biasa disebut dabbah al-ard, seperti dalam firman Allah menjelaskan: “Dan apabila Perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami” (QS.An-Naml:82). Yang dimaksud dengan Perkataan di sini ialah ketentuan datangnya masa kehancuran alam. salah satu dari tanda-tanda kehancuran alam ialah keluarnya sejenis binatang melata yang disebut dalam ayat ini. Kemudian secara Harfiah ayat diatas, munculnya dabbah al-ard. Binatang ini memiliki keistimewaan dengan dapat berbicara kepada orang kafir, hanya tidak dapat diketahui bagaimana bentuk dan wujud binatang tersebut tidak dijelaskan dalam al-Qur’an.
  • Munculnya Ya’juj dan Ma’Juj, dalam firman Allah: “Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj[892] itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, Maka dapatkah Kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara Kami dan mereka?” (QS.Al-Kahfi :94). Ya’juj dan Ma’juj ialah dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagai yang telah dilakukan oleh bangsa Tartar dan Mongol.
  • Adanya kabut atau asap yang menutupi semua manusia, sebagaimana Allah menjelaskan: “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, lenyapkanlah dari Kami azab itu. Sesungguhnya Kami akan beriman”. (QS. Ad-Dukhan :10-12). Sebagain ulama meyakini bahwa “hari” yang dimaksud adalah hari kiamat, namun sebagian ulama yang lain tidak sependapat dengan hal tersebut.
Sedangkan tanda-tanda kiamat yang berasal dari informasi hadits, antara lain:
  • Terbitnya matahari dari arah barat (HR.Bukhari, Muslim, dan Abu Daud melalui Hurairah)
  • Datangnya Imam Mahdi. Kedatangan Imam mahdi diungkapkan melalui berbagai hadits nabi, seperti riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Namun sebagaian ulama menilai hadits tersebut lemah (daif)
  • Datangnya Dajjal (HR.Bukhari, Muslim, Nasa’I, Ibnu Majah melalui ‘Aisyah)
  • Turunya Nabi Isa ke Dunia (HR.Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah)
  • Rusaknya Ka’bah (HR.Muslim melalui Abu Hurairah)
  • Lenyapnya al-Qur’an dari hati manusia (HR.Ibn Majah melalui Huzaifah)
  •  Kafirnya semua manusia yang hidup dimuka bumi (HR.Muslim melalui Anas)
 3. Hari Kebangkitan (Yaumul Ba’as)
Hari kebangkitan ditandai dengan peniupan sangkakala yang kedua. Sebagaimana firman Allah menjelasakan:
“Dan ditiuplah sangkalala[1270], Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan Kami dari tempat-tidur Kami (kubur)?”. Inilah yang dijanjikan (tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya). (QS. Yasin: 51-52)
Lihat Juga QS. Al-Mu’minun : 16, QS.Al-Ma’arij: 42-44, QS. Qaf: 41-44, Al-Qomar: 6-8
4. Hari Berkumpul (Yaumul Hasyr)
Setelah dibangkitkan, seluruh manusia dikumpulkan di padang Mahsyar (tempat berkumpul). Firman Allah SWT:
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak, dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya, sedang mereka saling memandang. orang kafir ingin kalau Sekiranya Dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. (QS.Al-Ma’arij :8-14)
Lihat juga QS. Maryam : 85, QS. An-Naml : 83-85
5. Hari Pengadilan Ilahi (yaumul Hisab)
Setelah berkumpul di Mahsyar diadakan suatu pengadilan agung yang dilakukan oleh Tuhan yang menghitung amal perbuatan yang dilakukan manusia.
a. Proses Penghitungan, firman Allah SWT:
“Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri. (QS.Maryam :93-95)
b. Proses Pengadilan, firman Allah SWT
“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. (QS. Al-Hijr : 92-93)
“Dan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka Kami, kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapun”. (QS.Al-Kahfi: 49)
“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (QS. Al-Isra’ : 14)
c. Proses Penghisaban atau ditampilakanya saksi.
“Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan Dia seorang Malaikat penggiring dan seorang Malaikat penyaksi” (QS. Qaf: 21)
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yasin: 65)
Dalam ayat lain disebutkan bahwa yang menjadi saksi tidak hanya kaki dan tangan manusia, melainkan juga lidah (QS. An-Nur: 24). Dalam Pengadilan ilahi pada Yaumul Hisab tidak ada satu amalan perbuatan yang tertinggal untuk dipertanggungjawabkan. Sebagai tolak ukur keadilan pada pengadilan ilahi, Tuhan membuat alat pengukur amal perbuatan manusia yang disebut al-Mizan (Timbangan). Sebagaimana Allah berfirman : “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka Tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan” (QS. Al-Anbiya : 47).
6. Surga dan Neraka
Surga dan Neraka merupakan kelanjutan alami dari perbuatan baik dan jahat manusia. Sebagaimana dalam firman Allah menjelaskan : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya”. (QS. Al-Kahfi : 107-108)
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS.Al-Baqarah : 39)
(Bukan demikian), yang benar: Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah: 81)
Referensi: Ahmad Taufik. 2003. Negeri Akhirat (Konsep Eskatologi Nurudin Ar-Raniri). Solo: PT.Tiga Serangkai

Selasa, 16 Oktober 2012

Kehidupan Setelah Mati (Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Akhirat)

Sumber : http://www.taushiyah-online.com
(Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari Kebangkitan di Akhirat)
Setelah manusia mati akan mengalami tahapan sbb :
1.Alam Barzakh
Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab Dan nikmat yang Ada di alam kubur (barzakh) . Nikmat tersebut merupakan nikmat yang hakiki, begitu pula adzabnya, bukan sekedar bayangan atau perasaan sebagaimana diklaim oleh kebanyakan ahli bid’ah. Pertanyaan (fitnah) kubur itu berlaku terhadap ruh Dan jasad manusia baik orang mukmin maupun kafir. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah SWT dari siksa kubur. Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku maksiat yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya mereka yang
A. Suka mengadu domba
B. Suka berbuat ghulul
C. Berbuat kebohongan
D. Membaca Al Qur’an tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Dan yang dilarang      dalam Al’Qur’an
E. Melakukan zina
F. Memakan riba
G. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan tidak masuk surga karena hutangnya)
H. Tidak bersuci setelah buang air kecil, shg masih bernajis
Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah Shalat wajib, shaum, zakat, Dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung
Silaturahim, segala perbuatan yang ma’ruf Dan berbuat baik kepada manusia , juga berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur.
2. Peniupan Sangkakala

Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan Allah SWT. Tiupan yang pertama akan mengejutkan manusia Dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah SWT, spt dijelaskan pada Al Qur’an :
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit Dan di bumi, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT”( QS. Az Zumar :68 ).
Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras Dan hebat sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda-benda di alam semesta. Setelah I TU keadaan alam semesta kembali seperti awal penciptaannya.
Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya : ” Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan Hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada Hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya Dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, Dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras” (QS.Al Hajj:1-2).
Sedangkan pada tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia ; “Dan tiupan sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.(QS. Yaa Siin : 51).
Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak seorangpun tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia.Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, Dan manusia pun bermunculan (bangkit) Dan berdiri”.(HR. Muslim).
3.Hari Berbangkit
“Pada Hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu”. (QS. Al Mujadilah : 6).
4.Padang Mahsyar
“(Yaitu) pada Hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain Dan (demikian pula) langit Dan mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48).
Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada Hari kiamat untuk dihisap Dan diambil keputusannaya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu Hari yang berbanding 50.000 tahun di dunia. Allah berfirman:
“Malaikat-malaikat Dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.(QS. Al Maarij:4).
Karena amat lamanya Hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti satu jam saja.
Dan (ingatlah) akan Hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di Hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang Hari. (QS.Yunus:45).
“Dan pada Hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja” (QS. ArRuum:55).
Adapun orang yang beriman merasakan lama pada Hari itu seperti waktu antara dhuhur Dan ashar saja. Subhanallah.
Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firman-Nya.”Orang kafir ingin seandainya IA dapat menebus dirinya dari adzab Hari itu dengan anak-anaknya, dengan istri serta saudaranya, Dan kaum familinya yang melindunginya ketika di dunia, Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya”.(QS.AlMa’arij:11-14).
5. Syafa’at
Syafaat ini khusus hanya untuk umat Muslim, dengan syarat tidak berbuat syirik besar yang menyebabkan kepada kekafiran. Adapun bagi orang musyrik, kafir Dan munafik, maka tidak Ada syafaat bagi mereka.
Syafaat ini diberikan Rasulullah SAW kepada umat Muslim (dengan izin dari Allah SWT).
6. Hisab
Pada tahap (fase) ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat dan ucapan yang mereka lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan dunia baik berupa keimanan, keistiqomahan atau kekafiran.
Setiap manusia berlutut di atas lutut mereka. “Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).
Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang terakhir tapi yang pertama dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang hamba adalah Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili diantara manusia adalah urusan darah.
Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : “Dan kamu tidak melakukan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya”.(QS. Yunus:61). Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi.
Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia : “Maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang akan mereke kerjakan dahulu”.(Al Hijr:92-93).
Seorang hamba akan ditanya tentang hal : umurnya, masa mudanya, hartanya dan amalnya dan akan ditanya tentang nikmat yang ia nikmati.
7. Pembagian catatan amal
Pada detik-detik terakhir hari perhitungan , setiap hamba akan diberi kitab (amal) nya yang mencakup lembaran-lembaran yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan di dunia.
Al Kitab di sini merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang ditulis oleh malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT.
Manusia yang baik amalnya selama di dunia, akan menerima catatan amal dari sebelah kanan. Sedangkan manusia yang jelek amalnya akan
menerima catatan amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada firman Allah berikut ini:
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak : “celakalah aku”, dan ia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”,(QS. Al Insyiqaq:8-12) .
“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:”wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku” (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya”, kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala”.(QS. Al Haqqah:25 31).
8. Mizan
Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan hamba-hamba-Nya. Allah berfirman : “Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”.(QS. Al Anbiya:47)
Setelah tahapan Mizan ini, bagi yang kafir, dan mereka yang melakukan perbuatan syirik akan masuk neraka.
Sedangkan umat muslim lainnya, akan melalui tahap selanjutnya yaitu Telaga
9. Telaga
Umat Muhammad SAW akan mendatangi air pada telaga tsb. Barang siapa minum dari telaga tsb maka ia tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai telaga masing-masing. Telaga Rasulullah SAW lebih besar, lebih agung dan lebih luas dari yang lain, sebagaimana sabdanya :
Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya Nabi Muhammad mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak (HR. Bukhari Muslim).
Setelah Telaga, umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian Keimanan Seseorang. Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat syirik sudah masuk neraka (setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas).
10.Ujian Keimanan Seseorang
Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang beriman karena mereka menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman mereka akan diketahui, diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana sujudnya orang mukmin. Saat digiring, orang-orang munafik ini merengek-rengek agar orang-orang mukmin menunggu dan menuntun jalannya.Karena saat itu benar-benar gelap dan tidak ada petunjuk kecuali cahaya yang ada pada tubuh mereka.
Allah SWT berfirman,”Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman:”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”.Dikatakan (kepada mereka):”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”.Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada siksa.(QS.Al hadid:13).
Setelah ini umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian Keimanan Seseorang ini, akan melalui Shirat.
11. Shirat
Shirath adalah jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi orang-orang mukmin menuju Jannah (Surga).
Beberapa Hadits tentang Shirath

Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata :
Tempat menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najd yang disebut pohon Sud’an.(HR. Muslim)
“Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang”. (HR. Muslim)
“Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam”. (HR. Bukhari Muslim)
Yang paling pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para pemimpin umat beliau.Beliau bersabda : “Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang bicara, kecuali Rasul Dan Rasul berdo’a ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.(HRBukhari).
Bagi umat muslim yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap selanjutnya jembatan
12. Jembatan
Jembatan disini, bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam. Jembatan ini dibentangkan setelah orang mukmin berhasil melewati shirath yang berada di atas neraka jahannam.
Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antara satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.(HR. Bukhari).
Setelah melewati jembatan ini barulah orang mukmin masuk Surga.

FOLLOWERS


  • gOOgle
  • ExsEbloG
  •